Dasar-dasar Manajemen
· Motivasi dan kepemimpinan mempengaruhi manajemen
Dengan cara memberikan pengaruh terhadap semua bawahan, seorang pemimpin yang memiliki motivasi yang baik, akan mempengaruhi bawahannya dan secara otomatis akan mempengaruhi manajemen, karena seorang pemimpin memiliki wewenang dan tanggung jawab atas pencapaian tujuan perusahaan dan tentunya harus diiringi dengan manajemen yang baik untuk mencapainya.
· Motivasi itu?
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.
· Pendekatan dalam teori motivasi
1. Pebdekatan perbedaan individu, pendekatan ini menggunakan teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow, yang meliputi : (1) kebutuhan fisiologi, (2) kebutuhan rasa aman, (3) kebutuhan afiliasi, (4) kebutuhan harga diri, dan (5) kebutuhan aktualisasi.
2. Pendekatan manjerial, pendekatan ini megelola motivasi karyawan melalui pengaturan tujuan atau sasaran organisasi dan sistem mencapainya.
3. Pendekatan organisasi dan pekerjaan, pendekatan ini menggunakan teori dua faktor yang dikembangkan oleh Herzberg yang juga dikenal dengan “Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
4. Pendekatan terintegrasi, pendekatakan ini menggabungkan dari beberapa pendekatan-pendekatan yang ada yang artinya adalah menggabungkan teori-teori motivasi dengan tujuan agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal karena setiap pendekatan maupun teori selalu terdapat kelebihan dan kelemahan.
· Teori kepemimpinan itu?
Kepemimpinan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organasasi.
· Pendekatan dalam teori kepemimpinan
1. Pendekatan sifat, kerberhasilan atau kegagalan seseorang pemimpin banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh pribadi seorang pemimpin.
2. Pendekatakan kekuasaan, jika setiapindividu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan.
3. Pendekatan perilaku, merupakan pendekatan yang berdasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin.
4. Pendekatan situasi, biasa disebut dengan pendekatan kontingensi. Pendekatan ini didasarkan atas asumsi bahwa keberhasilan kepemimpinan suatu organisasi atau lembaga tidak hanya bergantung atau dipengaruhi oleh perilaku dan sifat-sifat pemimpin saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar