ANTROPOLOGI
Pengertian Evolusi Biologi
Perubahan
pada sifat – sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Perubahan – perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses
utama yaitu ; variasi, reproduksi, dan seleksi.
Faktor – faktor yang
Mempengaruhi Evolusi
Beberapa
faktor yang menyebabkan evolusi, diantaranya :
1. Perkawinan Tak Acak
Kenyataannya, secara alami tidak ada
perkawinan yang benar – benar acak. Perkawinan secara umum dipengaruhi oleh faktor
pilihan. Contoh, secara naluriah burung merak betina akan memilih merak jantan
yang memiliki bulu ekor besar dan indah. Begitupun manusia yang akan cenderung
mengembangbiakan hewan atau tanaman yang bagus dan menguntungkan,
2. Migrasi
Ketika inidividu meninggalkan pupulasi
atau emigrasi, maka ia akan membawa alel keluar, begitupun sebaliknya. Hal ini
yang kemudian berpotensi menghasilkan alel baru. Pergerakan alel antar populasi
inilah yang disebut sebagai alel gen. artinya, migrasi menyebabkan terjadinya
varias sifat dalam populasi.
3. Hanyutan Genetik
Ketika sebagian anggota populasi
terpisah dari populasi besar atau pun kawin dengan antar populasi mereka, maka frekuensi
alel akan berubah. Perubahan dari frekuensi alel akibat adanya populasi kecil
yang memisah dari populasi besar inilah yang disebut sebagai hanyutan genetik.
4. Seleksi Alam
Perubahan inilah yang kemudia berpotensi
mengakibatkan evolusi. Sebab, ketika mengahadapi perubahan ini, organisme
mungkin akan dapat menyesuaikan diri dengan lingkunagan baru dan mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Kemungkinan lain, organisme tersebut tidak mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru dan kemudian akan mati atau
pindah ke daerah lain yang tidak mengalami perubahan lingkungan.
5. Mutasi
Mutase ini biasa terjadi pada semua
organisme dan merupakan sumber dari adanya varriasi hereditas. Ketika ada ada
beberapa gen yang bermutasi, maka akan mengakibatkan terjadinya perubahan
frekuensi gen. mutase jadi bahan mentah evolusi, karena untuk bias bertahan
dari seleksi alam, populasi harus memiliki variasi genetic yang tinggi, dengan
adanya mutase maka dapat terbentuk spesies baru yang adaptif, memiliki
peningkatan daya fertilitas dan viabilitas, dan lainnya.
6. Rekombinasi dan Seleksi
Rekombinasi gen ini biasa terjadi melalui
perkawinan sehingga reproduksi seksual menjadi faktor penting dalam proses
evolusi.
Cara Gen Menurunkan/mewariskan
Ciri – ciri Manusia
Pewarisan sifat atau hereditas
merupakan penurunan sifat dari induk (orang tua) kepada keturunannya (anak). Ilmu
yang mempelajari tentang pewarisan sifat ini disebut genetika. Sifat – sifat suatu
makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Bagian
sel yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat ini terdapat di bagian ini
tesl (nucleus). Di dalam inti sel terdapat kromosom, yang merupakan benang –
benang halus yang berfungsi sebagai faktor pembawa sifat keturunan, yang di
dalamnya terdapat substansi pembawa sifat keturunan yang terdiri atas senyawa
kimia yang disebut gen, dan gen berfungsi sebagai penentu sifat – sifat suatu
mahkluk hidup. Kromoson dan gen inilah yang mengendalikan pewarisan sifat
pada makhluk hidup.
Proses Terjadinya Asal – Usul Manusia
Berdasarkan Teori Evolusi
Evolusi manusia, Antropogenis,
atau Homonisasi merupakan bagian dari evolusi biologi yang mengenai
munculnya Homo Sapiens. Penamaan Homo Sapiens ini pertama kali di
berikan oleh Carolus Linnaeus 1707 – 1778, seorang ahli botani dari
Swedia.
Penemuan – penemuan fosil berdasarkan
argument tertentu tidak menjadi para ahli bersepakat untuk menarik kesimpulan
bahwa manusia sekarang ini Homo Sapiens telah berasal dari makhluk yang
telah berfosil. Genus Homo Sapiens yang telah punah antara lain Homo Neanderthalensis
secara otonomis paling dekat dengan Homo Sapiens. Sehubungan dengan
hal itu beberapa ilmuan mengeukakan bahwa Homo Neanderthalensis dan
jenis manusia yang hidup sekarang nama latinnya adalah homo Sapiens.
Jika kita mengikuti teori evolusi biologis bahwa makhluk –
mahkluk hidup berkembang dari makhluk – makhluk yang lebih sederhana, akan
tetapi tidak berarti bahwa semua makhluk yang sedehana menjadi nenek moyang
makhluk yang lebih tinggi tingkatnya. Teori evolusi biologis hanya menyimpulkan
bahwa kera – kera yang masih hidup di waktu ini dan manusia telah berkembang
pada jalan perkembangan yang berbeda, sekalipun mungkin berasal dari
perkembangan evolusi mahkluk hidup pra-sejarah yang sama.
Menurut ilmuan Charles Darwin dalam
menggunnakan teorinya terhadap manusia, beliau menyatakan bahwa manusia berasal
dari nenek moyang yang sama yakni monyet. Charles Darwin menekankan bahwa
diantara kera atau simphanse yang masih hidup di zaman ini berasal dari nenek
moyang yang menurunkan manusia, hanya saja perubahan evolusinya kea rah yang
berlainan.
Pada akhir bukunya “The Origin of
Spesies”, 1859 mengatakan ; “much light will be thrown on the origin of
man and his history”. Dan dalam bukunya kemudia “The Descent of Man”, 1871 Charles Darwin benar -benar tidak
dapat menjelaskan dengan pasti nenek moyang manusia dan hingga kini sebenarnya
asal – usul manusia belum jelas benar sebagaimana kebanyakan dikirakan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar