Kamis, 24 Oktober 2019


ANTROPOLOGI

Pengertian Evolusi Biologi
            Perubahan pada sifat – sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan – perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama yaitu ; variasi, reproduksi, dan seleksi.

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Evolusi
            Beberapa faktor yang menyebabkan evolusi, diantaranya :
1.    Perkawinan Tak Acak
Kenyataannya, secara alami tidak ada perkawinan yang benar – benar acak. Perkawinan secara umum dipengaruhi oleh faktor pilihan. Contoh, secara naluriah burung merak betina akan memilih merak jantan yang memiliki bulu ekor besar dan indah. Begitupun manusia yang akan cenderung mengembangbiakan hewan atau tanaman yang bagus dan menguntungkan,
2.    Migrasi
Ketika inidividu meninggalkan pupulasi atau emigrasi, maka ia akan membawa alel keluar, begitupun sebaliknya. Hal ini yang kemudian berpotensi menghasilkan alel baru. Pergerakan alel antar populasi inilah yang disebut sebagai alel gen. artinya, migrasi menyebabkan terjadinya varias sifat dalam populasi.
3.    Hanyutan Genetik
Ketika sebagian anggota populasi terpisah dari populasi besar atau pun kawin dengan antar populasi mereka, maka frekuensi alel akan berubah. Perubahan dari frekuensi alel akibat adanya populasi kecil yang memisah dari populasi besar inilah yang disebut sebagai hanyutan genetik.
4.    Seleksi Alam
Perubahan inilah yang kemudia berpotensi mengakibatkan evolusi. Sebab, ketika mengahadapi perubahan ini, organisme mungkin akan dapat menyesuaikan diri dengan lingkunagan baru dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kemungkinan lain, organisme tersebut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru dan kemudian akan mati atau pindah ke daerah lain yang tidak mengalami perubahan lingkungan.
5.    Mutasi
Mutase ini biasa terjadi pada semua organisme dan merupakan sumber dari adanya varriasi hereditas. Ketika ada ada beberapa gen yang bermutasi, maka akan mengakibatkan terjadinya perubahan frekuensi gen. mutase jadi bahan mentah evolusi, karena untuk bias bertahan dari seleksi alam, populasi harus memiliki variasi genetic yang tinggi, dengan adanya mutase maka dapat terbentuk spesies baru yang adaptif, memiliki peningkatan daya fertilitas dan viabilitas, dan lainnya.
6.    Rekombinasi dan Seleksi
Rekombinasi gen ini biasa terjadi melalui perkawinan sehingga reproduksi seksual menjadi faktor penting dalam proses evolusi.

Cara Gen Menurunkan/mewariskan Ciri – ciri Manusia
            Pewarisan sifat atau hereditas merupakan penurunan sifat dari induk (orang tua) kepada keturunannya (anak). Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat ini disebut genetika. Sifat – sifat suatu makhluk hidup diwariskan melalui sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Bagian sel yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat ini terdapat di bagian ini tesl (nucleus). Di dalam inti sel terdapat kromosom, yang merupakan benang – benang halus yang berfungsi sebagai faktor pembawa sifat keturunan, yang di dalamnya terdapat substansi pembawa sifat keturunan yang terdiri atas senyawa kimia yang disebut gen, dan gen berfungsi sebagai penentu sifat – sifat suatu mahkluk hidup. Kromoson dan gen inilah yang mengendalikan pewarisan sifat pada makhluk hidup.

Proses Terjadinya Asal – Usul Manusia Berdasarkan Teori Evolusi
            Evolusi manusia, Antropogenis, atau Homonisasi merupakan bagian dari evolusi biologi yang mengenai munculnya Homo Sapiens. Penamaan Homo Sapiens ini pertama kali di berikan oleh Carolus Linnaeus 1707 – 1778, seorang ahli botani dari Swedia.
            Penemuan – penemuan fosil berdasarkan argument tertentu tidak menjadi para ahli bersepakat untuk menarik kesimpulan bahwa manusia sekarang ini Homo Sapiens telah berasal dari makhluk yang telah berfosil. Genus Homo Sapiens  yang telah punah antara lain Homo Neanderthalensis secara otonomis paling dekat dengan Homo Sapiens. Sehubungan dengan hal itu beberapa ilmuan mengeukakan bahwa Homo Neanderthalensis dan jenis manusia yang hidup sekarang nama latinnya adalah homo Sapiens.
            Jika kita mengikuti teori evolusi biologis bahwa makhluk – mahkluk hidup berkembang dari makhluk – makhluk yang lebih sederhana, akan tetapi tidak berarti bahwa semua makhluk yang sedehana menjadi nenek moyang makhluk yang lebih tinggi tingkatnya. Teori evolusi biologis hanya menyimpulkan bahwa kera – kera yang masih hidup di waktu ini dan manusia telah berkembang pada jalan perkembangan yang berbeda, sekalipun mungkin berasal dari perkembangan evolusi mahkluk hidup pra-sejarah yang sama.
            Menurut ilmuan Charles Darwin dalam menggunnakan teorinya terhadap manusia, beliau menyatakan bahwa manusia berasal dari nenek moyang yang sama yakni monyet. Charles Darwin menekankan bahwa diantara kera atau simphanse yang masih hidup di zaman ini berasal dari nenek moyang yang menurunkan manusia, hanya saja perubahan evolusinya kea rah yang berlainan.
            Pada akhir bukunya “The Origin of Spesies”, 1859 mengatakan ; “much light will be thrown on the origin of man and his history”. Dan dalam bukunya kemudia “The Descent of Man”,  1871 Charles Darwin benar -benar tidak dapat menjelaskan dengan pasti nenek moyang manusia dan hingga kini sebenarnya asal – usul manusia belum jelas benar sebagaimana kebanyakan dikirakan orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar