Kamis, 10 Oktober 2019



ANTROPOLOGI

A.   Fase-fase Perkembangan Antropologi
1.    Fase Pertama (Sebelum Tahun 1880)
Sekitar abad ke 15-16 bangsa eropa mulai berlomba untuk menjelajahi dunia, dimulai dari Afrika, Amerika,dan Asia. Bersamaan dengan itu mulai terkumpul tulisan. Dalam tulisan itu terdapat berbagai pengetahuan berupa diskipsi tentang adat istiadat, susunan masyarakat, dan ciri fisik darri beragam suku.
2.    Fase Kedua (Pertengahan Abad ke-19)
Pada masa ini tulisan itu di susun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berfikir evaluasi masyarakat pada saat itu. Masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan dan lama. Dan mereka menganggap jika bangsa-bangsa selain Eropa itu primitif yang tertinggal dan hanya bangsa Eropalah yang tinggi kebudayaannya.
3.    Fase Ketiga (Awal Abad ke-20)
Maka ilmu antropologi sebagai ilmu yang justru mempelajari bangsa-bangsa di daerah diluar Eropa itu. Berkaitan dengan dikembangkan pemahaman bahwa mempelajari bangsa diluar Eropa itu penting karena bangsa itu pada umumnya masih mempunyai masyarakat yang belum kompleks.
4.    Fase Keempat (Sesudah Tahun 1930)
Bertambahnya pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat mengesankan. Perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi sedikit masyarakat yang primitif dan kenudayaan kuno. Dimasa ini antropologi berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan praktis.

B.   Tujuan Akademis dan Tujuan Praktis Kajian Antropologi
1.    Tujuan Akademis
Berusaha untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.
2.    Tujuan Praktis
Mempelajari, memahami dan membangun masyarakat suku bangsa.

C.   Hubungan Antropologi dengan Ilmu-ilmu lain
1.    Ilmu Geologi
Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya.
2.    Ilmu Sejarah
Seperti kajian tentang sejarah lokal, sistem kepercayaan, agama, dan folklore dalam masyarakat tersebut.
3.    Ilmu Arkeologi
Karena bersama-sama berusaha mereka ulang tentang kebudayaan manusia.
4.    Ilmu Politik
Untuk memahami latar belakang dan adat istiadat suku bangsa itulah, maka metode analisa antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politi, untuk mendapat pengertian mengenai tingkah laku dari partai politik yang sedag dipelajarinya.
5.    Ilmu kesehatan Masyarakat
Ilmu antropologi juga dapat memberi kepada dokter kesehatan masyarakat yang akan bekerja dan hidup diberbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan, metode-metode dan cara-cara untuk segera mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan adat-istiadat.
6.    Ilmu Geografi
Di antara beraneka macam bentuk yang hidup dibumi berupa flora dan fauna itu, ada makhluk manusia yang sebaliknya beraneka warna sifatnya diberbagai daerah di muka bumi itu.
7.    Ilmu Ekonomi
Dalam banyak negara di mana penduduk pendesaannya lebih banyak jumlahnya dari pada penduduk kotanya, terutama di luar daerah kebudayaan Ero-Amerika, kekuatan, proses, dan hokum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonominya sangat di pengaruhi system kemasyarakatannya, cara berpikir, pandangan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tadi.

D.    Pentingnya Spesialisasi dalam Bidang Kajian Antropologi
1.    Antropologi Pembangunan (Development Anthropology)
Yang menggunakan metode-metode, konsep dan teori antropologi untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa, masalah petani terhadap teknologi baru dan sebagainya.
2.    Antropologi Pendidikan (Educational Anthropology)
Untuk membantu mereka dalam hal meneliti atau memberi data mengenai masalah konsepsi dan sikap penduduk desa tentang kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun, terhadap obat-obatan tradisional, tentang kebiasaan-kebiasaan dan pantangan-pantangan makna dan lain sebagainya.
3.    Antropologi Kesehatan (Medical Anthropology)
Karena pesatnya laju pertumbuhan para ahli antropologi kesehatan Bersama para dokter dan ahli demografi (ilmu penduduk) di beberapa Negara, kini dikerahka untuk meneliti dan memecahkan masalah keluarga berencana.
4.    Antropologi Penduduk (Population Anthropology)
Penelitian yang dilakukan untuk mempelajari dan menyalami kejadian-kejadian dan gejala politik serta persaingan, dan kerjasama antara kekuatan dan partai-partai politik di negara-negara yang sedang berkembang, tanpa memperhatikan latar belakang kebudayaan, sistem nilai dan sistem norma, dan manusia-manusia yang menjalankan.
5.    Antropologi Politik (Political Anthropology)
Para ahli antropologi yang banyak mengetahui tentang psikologi dan kesehatan jiwa, dapat membantu para psikiater. Penelitian mengenai masalah latar belakang social-budaya dan penyakit-penyakit jiwa.

1 komentar: