ANTROPOLOGI
A.
Fase-fase Perkembangan Antropologi
1.
Fase
Pertama (Sebelum Tahun 1880)
Sekitar
abad ke 15-16 bangsa eropa mulai berlomba untuk menjelajahi dunia, dimulai dari
Afrika, Amerika,dan Asia. Bersamaan dengan itu mulai terkumpul tulisan. Dalam tulisan
itu terdapat berbagai pengetahuan berupa diskipsi tentang adat istiadat,
susunan masyarakat, dan ciri fisik darri beragam suku.
2.
Fase
Kedua (Pertengahan Abad ke-19)
Pada
masa ini tulisan itu di susun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara
berfikir evaluasi masyarakat pada saat itu. Masyarakat dan kebudayaan
berevolusi secara perlahan dan lama. Dan mereka menganggap jika bangsa-bangsa
selain Eropa itu primitif yang tertinggal dan hanya bangsa Eropalah yang tinggi
kebudayaannya.
3.
Fase
Ketiga (Awal Abad ke-20)
Maka
ilmu antropologi sebagai ilmu yang justru mempelajari bangsa-bangsa di daerah
diluar Eropa itu. Berkaitan dengan dikembangkan pemahaman bahwa mempelajari
bangsa diluar Eropa itu penting karena bangsa itu pada umumnya masih mempunyai
masyarakat yang belum kompleks.
4.
Fase
Keempat (Sesudah Tahun 1930)
Bertambahnya
pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat
mengesankan. Perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi
sedikit masyarakat yang primitif dan kenudayaan kuno. Dimasa ini antropologi
berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan praktis.
B.
Tujuan Akademis dan Tujuan Praktis Kajian
Antropologi
1.
Tujuan
Akademis
Berusaha
untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik,
masyarakat dan kebudayaannya.
2.
Tujuan
Praktis
Mempelajari,
memahami dan membangun masyarakat suku bangsa.
C.
Hubungan Antropologi dengan Ilmu-ilmu lain
1.
Ilmu
Geologi
Bantuan
ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya.
2.
Ilmu
Sejarah
Seperti
kajian tentang sejarah lokal, sistem kepercayaan, agama, dan folklore dalam
masyarakat tersebut.
3.
Ilmu
Arkeologi
Karena
bersama-sama berusaha mereka ulang tentang kebudayaan manusia.
4.
Ilmu
Politik
Untuk
memahami latar belakang dan adat istiadat suku bangsa itulah, maka metode analisa
antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politi, untuk mendapat pengertian
mengenai tingkah laku dari partai politik yang sedag dipelajarinya.
5.
Ilmu
kesehatan Masyarakat
Ilmu
antropologi juga dapat memberi kepada dokter kesehatan masyarakat yang akan
bekerja dan hidup diberbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan, metode-metode
dan cara-cara untuk segera mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan
adat-istiadat.
6.
Ilmu
Geografi
Di
antara beraneka macam bentuk yang hidup dibumi berupa flora dan fauna itu, ada
makhluk manusia yang sebaliknya beraneka warna sifatnya diberbagai daerah di
muka bumi itu.
7.
Ilmu
Ekonomi
Dalam
banyak negara di mana penduduk pendesaannya lebih banyak jumlahnya dari pada
penduduk kotanya, terutama di luar daerah kebudayaan Ero-Amerika, kekuatan,
proses, dan hokum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonomi
yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonominya sangat di pengaruhi system kemasyarakatannya,
cara berpikir, pandangan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tadi.
D. Pentingnya Spesialisasi dalam Bidang Kajian
Antropologi
1.
Antropologi
Pembangunan (Development Anthropology)
Yang
menggunakan metode-metode, konsep dan teori antropologi untuk mempelajari
hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa, masalah petani
terhadap teknologi baru dan sebagainya.
2.
Antropologi
Pendidikan (Educational Anthropology)
Untuk
membantu mereka dalam hal meneliti atau memberi data mengenai masalah konsepsi
dan sikap penduduk desa tentang kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun,
terhadap obat-obatan tradisional, tentang kebiasaan-kebiasaan dan
pantangan-pantangan makna dan lain sebagainya.
3.
Antropologi
Kesehatan (Medical Anthropology)
Karena
pesatnya laju pertumbuhan para ahli antropologi kesehatan Bersama para dokter
dan ahli demografi (ilmu penduduk) di beberapa Negara, kini dikerahka untuk
meneliti dan memecahkan masalah keluarga berencana.
4.
Antropologi
Penduduk (Population Anthropology)
Penelitian
yang dilakukan untuk mempelajari dan menyalami kejadian-kejadian dan gejala politik
serta persaingan, dan kerjasama antara kekuatan dan partai-partai politik di
negara-negara yang sedang berkembang, tanpa memperhatikan latar belakang
kebudayaan, sistem nilai dan sistem norma, dan manusia-manusia yang
menjalankan.
5.
Antropologi
Politik (Political Anthropology)
Para
ahli antropologi yang banyak mengetahui tentang psikologi dan kesehatan jiwa,
dapat membantu para psikiater. Penelitian mengenai masalah latar belakang social-budaya
dan penyakit-penyakit jiwa.
Mantappp, semangatt
BalasHapus